Jumat, 06 Juni 2014

Membedakan Gelatik jawa jantan dan betina




Untuk membedakan jenis kelamin pada gelatik silver sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan acuan untuk membedakan antara jantan dan betina pada gelatik silver.
1. Bentuk paruh
Bentuk paruh antara gelatik silver jantan dan betina secara sekilas hampir sama. Untuk membedakannya harus diamati secara teliti. Bagi penangkar, tentunya sudah terbiasa dan cepat dalam membedakannya. Lain halnya bagi yang masih awam harus mencermatinya benar-benar.
Paruh gelatik siver jantan, lebih tebal membentuk lekukan pada bagian atas kepala. Paruh gelatik silver betina, hampir rata dengan bagian atas kepala.
Bentuk paruh gelatik silver jantan lebih melebar jika dilihat dari depan. Sementara jika dilihat dari samping akan tampak lebih menebal. Bagian yang menebal ini terlihat jelas pada paruh bagian atas. Pada bagian atas lubang hidungnya kelihatan lebih menebal sehingga membuat lekukan pada kepalanya. Sementara pada yang betina bagian ini tidak terlalu tebal sehingga bagian atas kepala sampai ke ujung paruh terlihat lebih rata.
padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"> Warna paruh umumnya sama antara yang jantan dengan betina. Namun jika dibandingkan, warna merah pada paruh gelatik silver betina cenderung lebih terang. Sementara pada paruh gelatik silver jantan lebih tajam (gelap).
2. Bentuk tubuh
Bentuk tubuh gelatik silver jantan dan betina hampir sama. Namun jika diamati, tubuh jantan akan kelihatan lebih panjang terutama pada bagian leher dan kaki. Namun, hal ini lebih dikarenakan kebiasaan gelatik silver jantan yang suka bertengger dengan tubuh yang tegak. Sedangkan yang betina umumnya saat bertengger kurang tegak dan lebih suka diam. Selain itu, kaki dan jemari yang jantan umumnya lebih panjang serta ramping dibanding betinanya.
Baik gelatik silver jantan maupun betina dapat bersuara. Namun, suara pada yang betina hanya sedikit sehingga sering dikatakan tidak bersuara. Lain halnya pada yang jantan, suaranya lantang dan dapat membentuk kicauan. Kicauan ini cukup enak untuk dinikmati, meski saat ini hal tersebut kurang diperhatikan. Kicauan akan semakin keras saat masa berahi. Pada saat ini gelatik silver jantan menunjukkan kemampuannya untuk menarik pasangannya. Selain dengan suara, gelatik silver jantan juga memiliki sejenis tarian untuk memikat, sedangkan yang betina relatif lebih diam (pasif).
Tetapi semuanya itu belum bisa di jadikan patokan, karena metode d atas belum 100% berhasil, dan cara efektif untuk mengenali jenis kelamin gelatik adalah dengan cara molecular sexing, yakni menentukan jenis kelamin burung berdasarkan analisis DNA. Tetapi molekular sexing sangat mahal dan hanya bisa dikerjakan di laboratorium. Celakanya, belum banyak laboratorium di Indonesia yang bisa mengerjakan hal tersebut.

Gaya ngentrok cucak hijau



Sepertinya kurang sempurna bila Cucak Hijau berkicau tidak mengeluarkan gaya ngentroknya. Bila cucak hijau Anda ingin tampil ngentrok berikut ini saya memberikan tips seputar perawatan cucak hijau agar penampilannya semakin memukau ketika di lapangan.
Hal yang harus dilakukan adalah :
1. Pagi jam 6.00 bila cuaca cerah (tidak mendung atau dingin) , burung di keluarkan dari dalam rumah kemudian buka kerodong sangkar. biarkan berkicau.
2. Jam 7.00 burung mulai dimandikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak keramba (tempat mandi burung). Biarkan mandi sepuasnya. Dengan catatan kondisi cuaca baik.
3. jam 7.30 burung dijemur. Berikan jangkrik 3 - 5 ekor kroto, kroto 1 sendok teh buah jika sudah busuk ganti dengan yang segar. Buah diganti setiap hari dengan diselang-seling. Buah yang diberikan biasanya pisang dan apel.

Sekilas tentang Pemasteran burung

Pemasteran burung sangat bermanfaat sekali untuk menghasilkan suara emas yang kita inginkan.
Memaster burung harus benar benar pas,Pemilihan guru mastering sebaiknya setipe dengan burung yang akan dimaster mungkin bagi MURAI,CUCAK IJO,PLECI,JALAK atau semacam burung peniru lainya mungkin tidak akan ada masalah ketika dimaster dengan guru apapun tetapi berbeda halnya dengan burung non peniru pastinya sulit sering kali ada yang menanyakan pada saya "apakah prenjak bisa dimaster (kondisi sudah tua)""apakah cici padi bisa di master" kita harus jeli juga ketika ingin memater burung mana burung untuk masteran mana yang non masteran ya mungki

n prenjak aan bisa ngebren ketika di pelihara dari lolohan

Ini mengapa Burung Beo Pintar Meniru

Pernahkan kamu merasa penasaran, kenapa burung beo dapat menirukan ucapan manusia dengan baik? Nah, mau tahu, burung Beo dapat berbicara layaknya manusia karena burung beo menggunakan lidah nya agar dapat menghasilkan suara seperti huruf‑huruf vokal sebagaimana halnya kita, manusia.




Pada manusia, bunyi dihasilkan dari larynx (pangkal tenggorokan) dan dapat diubah‑ubah sesuai pergerakan lidah dalam mulut. Hal seperti inilah yang menolong kita mengucapkan huruf vokal dan huruf konsonan meski huruf itu rumit.

Hingga kini, tak sedikit peneliti beranggapan, burung Beo sama seperti halnya bangsa burung lain, menghasilkan dan mengubah‑ubah suaranya dengan menggunakan larynx dan syrinx tanpa menggunakan lidahnya sama sekali. Ternyata, burung Beo menggerakkan lidahnya ke depan dan ke belakang ketika berbicara.

Hal ini yang kemudian menggelitik Gabriel Beckers dan rekan‑rekannya yang berasal dari Universitas Leiden, Belanda, tertarik untuk mengamati apakah pergerakan ini memang berperan pada burung Beo yang pintar meniru ucapan manusia.

Para peneliti mencoba melakukan riset pada sejumlah burung Beo. Syrinx burung‑burung kemudian diganti sebuah speaker elektronik yang sangat kecil. Ketika amplifier memperdengarkan suara, sebuah pengait menggerakkan lidah burung itu.


Para peneliti menemukan, pergerakan lidah kurang dari satu milimeter saja akan menimbulkan perbedaan besar terkait kualitas suara vokal burung Beo yang dikeluarkan.

Terus seberapa besar perbedaannyaya? Perbedaan itu, kata Beckers, lebih besar ketimbang perbedaan antara huruf 'a' dan 'o' yang diucapkan manusia.

Jadi, menurut Beckers, kemampuan burung Beo memainkan lidahnya mengucapkan huruf‑huruf vokal mungkin didorong bakat burung menjadi peniru.

Burung Cendet Madura (BLANGKON)

Kicau Mania Burung Cendet/Pentet Junior tentu masih penasaran seperti apa sebenarnya Burung Cendet Madura yang banyak diburu oleh penghobi burung di negeri ini. Berdasarkan pantauan dan pengalaman kami maka pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi tips dan informasi tentang Ciri Ciri Burung Pentet/Cendet madura. Meskipun ini tidaklah semuanya namun secara garis besar burung Cendet madura yang dijumpai dipasaran dan arena perlombaan memiliki ciri ciri dibawah ini.
Ciri Ciri Burung Cendet/Pentet Madura :
  • Bentuk fisik yang lebih panjang (kalo model bisa dibilang yg perawakannya tinggi) | ada yang kecil juga ada yang besar.
  • Ekor Panjang berwarna hitam legam
  • Kepala yang proporsional berwarna hitam hingga leher  (blangkon istilah lainnya).
  • Warna sayap lebih hitam dengan punggung warna abu abu.
  • Warna Coklat dibawah sayap tampak lebih pudar (kusam)
  • Dada berwarna putih bersih
  • Paruh berwarna hitam mengkilap
Perbedaan yang sangat mencolok dari burung Cendet Jatim atau daerah lain itu adalah minimnya bulu warna coklat kemerahan, sehingga warna dominannya adalah hitam, abu abu dan putih. Jika memilih burung yang secara fisik sempurna dan banyak dicari pecinta Cendet, maka carilah yang memiliki ciri ciri :
  • Kepala Blangkon
  • Paruh Tebal 
  • Kepala besar tapi tampilannya cepak
  • Fisik yang sempurna, sayap, kaki dan kuku yang normal.
  • Pilih yang matanya bulat dan besar posisi lebih dekat dengan paruh lebih baik.
  • Bulu bulu yang tersusun rapi (mulus) baik sayap hingga ekornya.
Bila anda memiliki ciri ciri burung cendet seperti diatas maka dapat dipastikan anda akan lebih mudah menjualnya bila bosan karena burung tersebut merupakan ciri ciri burung yang memiliki prospek bagus di lomba. Dalam kondisi berkicau atau tidak berkicau burung akan tampak gagah.